Halaman

Rabu, 21 Desember 2011

AWAS VIRUS KORUPSI dewan yang terhormat MERAJALELA!!



Korupsi merajalela bak jamur di musim penghujan..siapa yg tanggungjawab??
Pemberantasan korupsi memang sudah dilakukan oleh beberapa pihak, tapi kalo tidak ada kesadaran dari masing-masing individu lalu siapa yang tanggungjawab?
Harusnya pengawasan pemerintah terhadap dewan-dewan terhormat harus lebih ditingkatkan. Korupsi di kalangan dewan yang terhormat tidak hanya penyelewangan sekian banyak uang Negara, tetapi korupsi mulai dari hal yang paling terkecil. Missal saja pada waktu sidang paripurna? Lebih dari sekedar banyak anggota dewan kita yang absen..dimana tanggungjawab mereka? Bahkan ada yang menjadikan sidang paripurna menjadi sidang pariporno..dari korupsi sekecil itupun tidak ada tindakan yang pasti dan tegas dari pemerinyah kita, bagaimana dengan korupsi besar-besaran yang merugikan Negara?? Apakah sudah tidak ada pemimpin Negara kita yang benar-benar memikirkan nasib rakyat kecil?! mereka hanya mengumbar janjai yang belum tentu dipenuhi.
oleh karena itu, mulai dari sekarang pemerintah kita seharusnya melakukan tindakan real untuk mengatasi atau meminimalisir hal tersebut, agar tidak menjamur dan menjadi kebudayaan di negara kita ini. sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah, Mungkin selektif dalam pemilihan dewan terhormat merupakan salah satu cara untuk meminimalisir hal ini. Selain itu, hukuman harus diberikan kepada mereka yang memang bersalah, tanpa memandang bulu, dan tentu saja hukuman yang setimpal, tapi yang paling penting adalah bagaimana menanamkan kararter yang baik pada diri seseorang mulai sejak dini agar mereka sadar bagaimana pentingnya tanggung jawab, selain itu juga dapat menumbuhkan jiwa dan moral serta mental kepemimpinan yang bersih dan sehat. Dengan demikian Negara kita aman dari virus-virus korupsi yang selalu menjadi momok rakyat kecil. karena sekecil apapun korupsi yang dilakukan maka itu akan menjadi sebuah awal mula yang sangat fatal, dan apabila hal ini didiamkan secara terus menerus maka negara kita akan terpuruk secara otomatis, karena seorang dewan terhormat yang seharusnya memberikan contoh serta menjadi wakil rakyat malah mengkhianati rakyanya sendiri.
tetapi sebenarnya jika dikaji lebih lanjut banyak hal yang menyebabkan mereka melakukan korupsi ini, seperti halnya hukum di indonesia yang kurang tegas, sistem di indonesia yang bobrok, dan masih banyak penyebab lainnya. oleh karena itu, selain usaha dari pemerintah, kita sebagai remaja penerus pemimpin bangsa mulai dari sekarang bisa melakukan hal yang positif yang sekiranya kelak akan memberikan modal serta mental yang baik ketika kita menjadi seorang pemimpin.

6 komentar:

  1. pendidikan karakter yang digembor2kan emang sangat perlu, dan itu perlu diterapkan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi

    BalasHapus
  2. dengan melihat banyak kasus korupsi di negara kita bagaimana tanggapan anda mengenai kinerja KPK,?

    BalasHapus
  3. hukuman apa yang cocok untuk para koruptor kita ini??

    BalasHapus
  4. epi : menurut saya kerja kpk belum maksimal, kpk masih terkesan tebang pilih

    bestari : meneurut saya semua harta koruptor disita, trus koruptornya dihukum seumur hidup..biar gak ada uang buat nyogok aparat

    BalasHapus
  5. linda : setuju lind
    kalo perlu dijadikan materi wajib tiap tahun :)

    BalasHapus